RSS
 
Give a man a computer program and you give him a headache, but teach him to program computers and you give him the power to create headaches for others for the rest of his life…
R. B. Forest

Posted at 7:56pm

 


6 Mei 2012

Pernah kehilangan semangat hidup?

Tepat setahun lalu, dimana gue merasakan pahitnya hidup. Sempat gue berpikir, saat itulah masa gue mengalami titik terendah dalam hidup, sangat rendah. Hanya bisa terbaring lesu diatas kasur yang sekarang menjadi salah satu saksi bisu bagaimana “siksaan” yang gue rasakan saat itu. Bahkan untuk berjalan keluar radius 1 meter dari rumah pun nggak bisa.

Satu setengah bulan yang sepatutnya dijadikan ajang penggalian ilmu untuk menghadapi SNMPTN, mendadak menjadi bulan yang sangat menyesakkan gue. Cuma diisi dengan tangisan gue. Iya, menangis. Gue yang notabene hampir nggak pernah menangis dalam suasana sesedih apapun, mendadak menjadi bocah yang benar-banar tak punya harapan. Nggak lebay, tapi memang waltu itu setiap hari nangis. at least, dari situ gue tau kenapa banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup. Harusnya bukan mereka saja yang kalian anggap bodoh, tapi salahkan juga lingkungan sekitar mereka.

You won’t know what it is, until you test it by yourself. Shit happens.

Mikirin kuliah? boro-boro. Untuk bisa senyum aja itu udah nikmat banget. Mungkin bukan cuma nikmat buat gue, tapi juga nikmat buat orang tua gue. Kita memang selalu merindukan kebahagian karena hal kecil, bahkan itu menjadi besar di kondisi tertentu. 2 minggu sebelum SNMPTN, gue dioperasi. Pertama kalinya gue nangis di depan orang. Sebelumnya, gue cuma pernah nangis di depan keluarga yaitu Ayah, Ibu, Kakak.

Wisuda angkatan 2011. Mendengar “Sakit kok ngga bilang-bilang?”, gue seneng banget meski basa-basi seperti ini hampir selalu dilakukan setiap orang, mungkin saja gue juga pernah melakukannya.

Sekarang gue lagi kecapean sama hidup. Berada di lingkungan yang ngga (atau belum) gue sukai. Bertemu dengan orang-orang yang belagunya di luar batas. Berinteraksi dengan orang-orang dengan nada bicara yang memekakkan telinga. Senioritas yang sedang due lawan. Membuat cape hati adanya. gue  nggak bisa terima dengan peribahasa “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Nyatanya tipe bunglon seperti gue yang “kita adalah dengan siapa kita berbicara” ini, jengah juga dengan segala yang gue ‘paksakan’. Semua orang akan menganggap gue akrab dengan banyak orang. Yes, I do. Tapi tetep aja, diri gue ngga nyaman. apa harus tetap menjunjung langit yang angkuh itu?

Beda ceritanya satu tahun lalu ketika gue masih punya temen yang bener-bener menyenangkan. Gue percaya ada tipe orang yang “ngga usah memberi tanggapan apa-apa, kamu denger aku tenang”. And person like that is really exist. Sekarang disini gue bener-bener pejuang sendirian. Bermodalkan senyum radio dan candaan warung kopi, itu aja yang gue bisa. Tapi kalo ditanya betah? belum.

Post ini emang keliatan kaya keluhan, tapi bukan sepenuhnya kok. Gue kangen Indonesia. Gue kangen Bandung. Gue pengen cepet-cepet pulang. 

 

Posted at 10:52pm

 


Pidi Baiq Menjawab

  • X: cara biar cepet lulus kuliah gmn?
  • pidibaiq: Kan sudah kubilang, ambil D1

Posted at 4:13pm

 


Riang

Memandang sejarah setahun silam

Mereka berlari mengejar tujuan

Merajut mimpi atas nama persahabatan

Berlalu kasih tanpa ego tercipta

Aku tak suka caramu menari

Berputar lalu diam

mendekat perlahan menjauh

menggiring takdir saling acuh

Perubahan bukan soal

Berbagi cerita duka tawa

Memberi harga tiada terkira

Satu pinta agar kau bahagia

 

Posted at 11:35pm

 


(some) student’s Logic

fuckyeahmahasiswa:

dari kasihtaundakeaa

 
63 notes

Posted at 3:05pm
Reblogged (Post reblogged from fuckyeahmahasiswa)

 


Bisu dan Tuli

Dinding sedang bersenang-senang

Sejuk menusuk tanpa parang

Analogi Hinaan dalam bisik

Pikiran buruk sudah menanti

Tertunduk lesu kepala mereka

Hanya karena ucapan iri menghantui

Waktu perlahan telah tiba

Sulut terkira terbakar emosi

Mata merah hati hitam

Mereka bisu gemar berseru

Tuli tak pelik bila mendengar

Aku si penonton drama ini

Inginku menjadi sutradara

Inginku menjadi pemeran

Merubah kenyataan pertengkaran semu

 

Posted at 9:09pm

 


4,212 notes

Posted at 6:56pm
Reblogged (Photo reblogged from kuntawiaji)

 


‎”Hati-hati ya her, jangan ketipu..

Orang yang paling sering masang status fesbuk dengan ayat-ayat Qur’an, belum tentu paling sering baca Qur’an..

Orang yang paling sering berdoa dengan “kicauan” di twitter, belum tentu yang paling dekat dengan Tuhannya..

Orang yang paling sering jadi pembicara tentang kontribusi terhadap ummat, belum tentu diterima amal kebaikannya..

Karena untuk melihat seberapa qur’ani seseorang, lihatlah akhlak kesehariannya..
Karena untuk melihat seberapa dekat seseorang dengan Tuhannya, lihatlah seberapa ia malu berbuat dosa..
Karena untuk melihat siapa yang paling ikhlas perbuatannya, hanya kepada Allah kita menyerahkannya..

Lagian, Allah ga butuh media sosial kalee untuk mendengar & mengetahui apa yang diperbuat hambaNya.. Emangnya ‘Bruce Almighty’ apa?”

#jleb #istighfarbanyakbanyak

status facebook kak herry, ketua rohis saya dulu, kemudian jadi Presiden KM ITB (via duaenamjuli)
93 notes

Posted at 4:10pm
Reblogged (Quote reblogged from achmadlutfi)

 


Kalo kalian masih bisa ngebedain rasa makanan enak atau nggak, tandanya kalian masih dalam golongan mampu. Jadi jangan banyak ngeluh.

Posted at 10:08pm

 


Karena pada akhirnya kita tak akan risau dengan kata-kata dari orang yang membenci kita, tapi kita akan lebih takut dengan kebisuan dari orang yang pernah kita sayang
149 notes

Posted at 10:19pm
Reblogged (Quote reblogged from nitanydya)

 




Stuff I like